LPIMNas.id
Manajemen Asset Berbasis Teknologi

Bimtek Nasional 2 Hari

Best Practice Manajemen Aset Berbasis Teknologi

PELAKSANAAN

27-28 November 2025

TEMPAT

IBIS Styles Yogyakarta

NARASUMBER

Bpk. Fahmi Nurrohman

Jadwal Pelaksanaan

BulanTanggalTempat
Januari  
Februari  
Maret  
April  
Mei14-15Orchardz Hotel Industri, Jakarta​
Juni  
Juli  
Agustus  
September  
Oktober30 – 31Hotel Hi Senen jakarta
November14 – 15Hotel Gino Feruci Braga Bandung
Desember  

Rundown Kegiatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Investasi

Online

Rp/orang
  • Sertifikat
  • Rekaman Kegiatan
  • Materi (Soft Copy)
  • Via Zoom
  • WA Group

Offline

Rp/orang
  • Sertifikat
  • Rekaman Kegiatan
  • Materi (Soft Copy)
  • Tanpa Penginapan
  • WA Group
Ketentuan Terbaru Penyelenggaraan Program Jamina Kehilangan Pekerjaan (JKP)​

Seminar Nasional

Ketentuan Terbaru Penyelenggaraan Program Jamina Kehilangan Pekerjaan (JKP)​

PP No. 6 Tahun 2025 & Permenaker No. 1 Tahun 2025

PELAKSANAAN

16-17 Juli 2025

TEMPAT

Hotel Gino Feruci Braga - Bandung

NARASUMBER

Praktisi Ketenagakerjaan

Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial ketenagakerjaan yang dirancang untuk memberikan rasa aman bagi pekerja atau buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Program ini menjadi bagian penting dari sistem jaminan sosial nasional, dengan tujuan utama menjaga daya beli dan keberlanjutan hidup pekerja yang terdampak PHK, sambil memfasilitasi mereka kembali ke dunia kerja melalui pelatihan dan akses informasi pasar kerja.

Seiring perkembangan dinamika ketenagakerjaan dan kebutuhan akan perlindungan yang lebih adaptif dan responsif, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PP Nomor 37 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua.

Kedua regulasi ini membawa sejumlah pembaruan penting, baik dari segi persyaratan kepesertaan, skema manfaat, pembiayaan, maupun prosedur administrasi. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program JKP agar lebih efektif, efisien, serta menjangkau lebih banyak pekerja yang membutuhkan.

Pelatihan ini disusun sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di kalangan pekerja, pengusaha, pengelola jaminan sosial, maupun pemangku kepentingan lainnya, agar dapat memahami dan mengimplementasikan ketentuan terbaru secara tepat. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga strategis dalam memperkuat sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan nasional.

Jadwal Pelaksanaan

BulanTanggalTempat
Januari  
Februari  
Maret  
April  
Mei14-15Orchardz Hotel Industri, Jakarta​
Juni  
Juli  
Agustus  
September  
Oktober30 – 31Hotel Hi Senen jakarta
November14 – 15Hotel Gino Feruci Braga Bandung
Desember  

Rundown Kegiatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Investasi

Online

Rp/orang
  • Sertifikat
  • Rekaman Kegiatan
  • Materi (Soft Copy)
  • Via Zoom
  • WA Group

Offline

Rp/orang
  • Sertifikat
  • Rekaman Kegiatan
  • Materi (Soft Copy)
  • Tanpa Penginapan
  • WA Group
Strategi Manajemen Efektif untuk Kesuksesan Bisnis

Manajemen yang efektif merupakan kunci utama dalam mencapai kesuksesan bisnis. Tanpa strategi yang jelas, perusahaan akan kesulitan dalam mencapai tujuan dan mengelola sumber daya secara optimal. Berikut beberapa strategi manajemen yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas bisnis:

  1. Perencanaan yang Matang
    Menetapkan visi, misi, serta tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang jelas adalah langkah awal dalam mengelola bisnis. Perencanaan yang baik juga mencakup analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi bisnis.

  2. Pengambilan Keputusan yang Tepat
    Seorang manajer harus memiliki data yang akurat dan kemampuan analisis yang baik untuk mengambil keputusan yang berdampak positif. Keputusan yang diambil harus berbasis data dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk risiko serta peluang yang ada di pasar.

  3. Efisiensi Operasional
    Mengoptimalkan proses bisnis dengan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas. Penerapan sistem otomatisasi, penggunaan perangkat lunak manajemen, serta evaluasi berkala terhadap proses kerja dapat membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan sumber daya.

  4. Manajemen Sumber Daya Manusia yang Baik
    Karyawan adalah aset terbesar dalam bisnis. Oleh karena itu, membangun tim yang solid dan memberikan pelatihan yang sesuai sangat penting. Program pengembangan karyawan yang berkelanjutan serta sistem penghargaan berbasis kinerja akan meningkatkan motivasi dan produktivitas.


 

Kepemimpinan Visioner: Kunci Membangun Tim yang Solid

Pemimpin yang visioner mampu membawa perubahan positif dalam sebuah organisasi. Kepemimpinan bukan hanya tentang memberikan arahan, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi tim untuk mencapai tujuan bersama.

Karakteristik Kepemimpinan Visioner:

  • Memiliki Visi yang Jelas
    Pemimpin harus mampu melihat gambaran besar dan menentukan arah yang jelas bagi tim. Dengan visi yang kuat, pemimpin dapat memotivasi timnya untuk bekerja menuju tujuan yang lebih besar.

  • Komunikasi yang Efektif
    Menyampaikan pesan dengan jelas dan memastikan seluruh tim memahami tujuan yang ingin dicapai. Komunikasi yang terbuka juga mendorong kolaborasi dan meminimalkan kesalahpahaman.

  • Empati dan Keterlibatan
    Pemimpin yang baik memahami kebutuhan timnya dan terlibat langsung dalam proses kerja. Dengan membangun hubungan yang baik dengan anggota tim, pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif.

  • Fleksibilitas dalam Menghadapi Perubahan
    Dunia bisnis terus berubah, dan pemimpin harus mampu beradaptasi dengan cepat. Kemampuan untuk menghadapi tantangan serta berpikir kreatif dalam mencari solusi merupakan keterampilan penting dalam kepemimpinan visioner.

Selain itu, kepemimpinan visioner juga mencakup kemampuan untuk memberdayakan tim dan mendorong inovasi. Pemimpin yang baik memberikan kebebasan kepada timnya untuk mengembangkan ide-ide baru dan mencari cara-cara inovatif untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Dengan kepemimpinan yang visioner, organisasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri.

Integritas dalam Dunia Kerja: Fondasi Kepercayaan dan Profesionalisme

Integritas adalah nilai fundamental dalam dunia kerja. Kepercayaan dan profesionalisme hanya dapat terwujud jika setiap individu dalam organisasi menjunjung tinggi etika dan moral.

Mengapa Integritas Penting?

  1. Membangun Reputasi Positif
    Perusahaan yang memiliki budaya kerja berbasis integritas akan lebih dipercaya oleh klien dan mitra bisnis. Reputasi yang baik juga membantu perusahaan dalam menarik talenta berkualitas serta memperluas jaringan kerja sama.

  2. Meningkatkan Loyalitas Karyawan
    Lingkungan kerja yang transparan dan adil menciptakan rasa nyaman bagi karyawan. Ketika karyawan merasa dihargai dan diperlakukan dengan adil, mereka akan lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.

  3. Menghindari Konflik dan Permasalahan Etika
    Integritas membantu organisasi dalam menghadapi tantangan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip moral. Dengan menerapkan kode etik yang jelas serta mengawasi kepatuhan terhadap standar profesionalisme, perusahaan dapat menghindari berbagai risiko hukum dan reputasi.

Selain itu, membangun integritas dalam dunia kerja juga memerlukan komitmen dari seluruh elemen organisasi, termasuk pemimpin dan karyawan. Pemimpin harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai integritas, sementara karyawan harus memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap aspek pekerjaan mereka.

Untuk membangun integritas dalam dunia kerja, penting untuk menanamkan nilai-nilai etika sejak dini, menerapkan kebijakan yang adil, dan menegakkan kode etik profesional. Dengan begitu, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan mengedepankan manajemen yang efektif, kepemimpinan visioner, dan integritas yang kuat, sebuah organisasi dapat berkembang pesat dan mencapai kesuksesan jangka panjang.